6 Langkah Meningkatkan Kreativitas Anda

Telah banyak riset dilakukan tentang langkah meningkatkan kreativitas dalam beberapa tahun terakhir. Riset-riset tersebut menunjukkan sejumlah miskonsepsi yang membatasi kemampuan kita untuk secara efektif mengelola kreativitas:

  1. Makin cerdas, semakin kreatif Anda. Realitasnya: kecerdasan berkaitan dengan kreativitas hanya pada titik tertentu. Sekali intelegensia Anda cukup untuk melakukan pekerjaan, korelasi keduanya tidak signifikan lagi. Biasanya batasan kritis IQ itu berkisar antara 120. Pada titik ini tidak ada lagi korelasi antara intelegensia dengan kreativitas. Hingga saat ini belum ada profil baku dari orang yang kreatif, begitu pula tes untuk menguji kemampuan kreatif seseorang. Jadi, hati-hati menggunakan tes IQ, rata-rata nilai, dan pengukuran serupa untuk mengetahui seberapa kreatif pikiran seseorang.
  2. Makin muda, semakin kreatif seseorang ketimbang yang lebih tua. Realitasnya: umur tidak bisa dipakai sebagai alat prediksi tentang potensi kreatif seseorang. Riset menunjukkan biasanya dibutuhkan 7-10 tahun untuk membangun keahlian utama di bidang tertentu – jenis keahlian yang memungkinkan Anda mendapatkan pola urutan pekerjaan atau makna secara jelas. Dalam dunia bisnis, kebutuhan kreativitas ditemukan dalam segala usia. Pada saat yang sama, keahlian bisa menghambat kreativitas. Mereka yang ahli kadang-kadang menemukan kesulitan untuk melihat atau berpikir di luar pola baku. Oleh sebab itu, bila Anda mau menyusun tim RRD atau pengembangan produk, cobalah untuk menyeimbangkan antara para veteran dan pendatang baru. Para veteran mempunyai keahlian mendalam; sedangkan otak pendatang baru belum terkontaminasi oleh pemikiran konvensional.
  3. Kreativitas hanya dimiliki orang tertentu – orang-orang flamboyan pengambil risiko. Realitasnya: keinginan untuk mengambil risiko terukur dan kemampuan untuk berpikir dengan cara bukan tradisional memainkan peran penting dalam kreativitas. Tetapi, tidak berarti Anda harus menjadi seorang peloncat bebas untuk menjadi kreatif. Hal itu tidak berarti Anda haruslah sangat berbeda dibandingkan dengan orang lain. Tidak pula berarti kreativitas terbatas hanya bagi orang-orang pengambil risiko tinggi.
  4. Kreativitas adalah tindakan soliter. Realitasnya: Persentase tinggi penemuan terpenting di dunia adalah produk kolaborasi di antam kelompok orang dengan keahlian yang saling melengkapi. Atas dasar itu, seorang manajer yang cerdas akan terus mencari cara untuk mengumpulkan orang-orang dengan keahlian yang saling melengkapi dalam berbagai forum, workshop, dan tim pengkajian.
  5. Anda tidak bisa mengelola kreativitas. Realitasnya: Sudah pasti Anda tidak akan pernah tahu sejak semula siapa yang akan menghasilkan tindakan kreatif, apa saja tindakan yang akan dilakukannya, atau secara persis tahu kapan atau bagaimana hal itu bakal terjadi. Sesungguhnya, seorang manajer bisa menciptakan kondisi agar kreativitas muncul. Manajemen memainkan peran vital! Caranya?

 

Tiga Komponen Kreativitas

Teresa M. Amabile menulis dalam Harvard Business Review 1998 dengan judul How to Kill Creativity, bahwa pada setiap individu kreativitas merupakan fungsi dari 3 komponen: keahlian, keahlian berpikir kreatif, dan motivasi.

  • Keahlian identik dengan pengetahuan (teknikal, prosedural, dan intelektual).
  • Keahlian berpikir kreatif menentukan seberapa fleksibel dan imajinatif seseorang dalam mengatasi persoalan.
  • Motivasi adalah tekad dari bagian paling dalam dari setiap orang untuk memecahkan masalah lebih kreatif ketimbang insentif eksternal, seperti uang. Motivasi intrinsik paling dipengaruhi oleh lingkungan pekerjaan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan seorang manajer untuk menumbuhkembangkan kreativitas:

  1. Mendapatkan kesesuaian. Menyesuaikan orang yang tepat dengan penugasan yang tepat adalah cara paling sederhana dar pendekatan paling efektif untuk meningkatkan kreativitas individual. Penyesuaian yang efektif dicapai bila manajer menugaskan seseorang dengan pekerjaan yang paling sesuai dengan keahlian utamanya, keahliannya berpikir kreatif, dan motivasi intrinsiknya.
  2. Berikan kebebasan. Para manajer disarankan untuk benar-benar spesifik tentang tujuan, tetapi serahkan kepada karyawan untuk melaksanakannya. Ini akan membuat mereka jadi kreatif. Jadi, Anda tidak bicara seperti ini, “Lakukan ini, dan setelah ini lakukan itu,” melainkan berkata, “Ini tujuan kita; berpikirlah tentang cara terbaik untuk mencapainya”.
  3. Menyediakan waktu dan sumberdaya yang cukup.

Orang tidak akan menjadi kreatif bila batas tenggat begitu ketat atau tidak mungkin untuk dipenuhi. Hal yang sama juga terjadi bila orang merasa tidak tersedia sumber daya yang cukup untuk mengerjakannya secara baik.

 

Enam Langkah Meningkatkan Kreativitas Anda

Di atas adalah kiat manajer untuk mendorong kreativitas. Berikut adalah 6 langkah untuk meningkatkan kreativitas Anda:

  1. Berupayalah untuk melakukan penyelarasan. Yakinkan bahwa tujuan organisasi tempat Anda bekerja sangat sesuai dengan nilai-nilai yang Anda yakini. Selain berpikir tentang pekerjaan di mana Anda merasa akan sukses, pikirkan juga pekerjaan yang sesuai dengan minat utama Anda.
  2. Ikuti beberapa kegiatan yang mendorong inisiatif pribadi. Pilih proyek di mana motivasi intrinsik Anda begitu tinggi. Jika Anda menyukai desain grafis, cobalah tetapkan kenapa kemasan produk perusahaan Anda tidak disukai konsumen.
  3. Ambillah keuntungan dari kegiatan tidak resmi. Ketiadaan status resmi bisa menciptakan keadaan aman untuk menumbuhkan ide sampai hal itu cukup kuat untuk mengatasi resistensi.
  4. Terbukalah terhadap hal mengecewakan. Kembangkan sikap bias dalam bertindak atau dalam mencoba ide baru. Sebagai contoh, jika terjadi kecelakaan atau kegagalan saat Anda membuat prototipe layar LCD baru, jangan menyerah terlalu cepat. Pelajarilah apa yang menjadi penyebabnya. Setiap hari, tulislah apa yang membuat Anda terkejut dan bagaimana Anda mengejutkan pihak lain.
  5. Aneka ragamkan stimulus. Menggabungkan berbagai hal secara inteletual akan membuat Anda berpikir dalam sebuah arah baru. Kembangkan keahlian lintas fungsi: lakukan rotasi pekerjaan yang bisa Anda kerjakan. Jadilah pembelajar sejati: ambil pelajaran yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Manfaatkan pengetahuan dari luar untuk dilaksanakan dalam pekerjaan.
  6. Ciptakan peluang untuk komunikasi informal. Manfaatkan setiap kesempatan tak terduga untuk berbagi ide dengan para kolega. Pikiran kreatif sering terjadi saat interaksi spontan antar individu. Interaksi itu hanya mungkin jika komunikasi yang sesungguhnya terjadi. Anda harus menemukan cara untuk mendorong dan memfasilitasi komunikasi yang cocok untuk lingkungan kreatif

Inilah enam langkah untuk meningkatkan kreativitas anda, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *